Pernah merasa takut karena risiko kanker yang diwariskan keluarga Anda? Atau mungkin, gaya hidup sehari-hari yang kurang sehat justru menjadi ‘warisan’ yang paling berperan? Lalu, sebenarnya kanker lebih dipengaruhi oleh faktor genetik atau pilihan hidup kita?
Kenali Sumbernya
Kanker tidak selalu berasal dari satu penyebab tunggal. Secara umum, kanker terbagi menjadi dua sumber utama: herediter (diturunkan) dan sporadik (tidak diturunkan). Kanker sporadik merupakan jenis yang paling sering terjadi, muncul akibat kombinasi proses penuaan, paparan lingkungan, serta gaya hidup sehari-hari. Seiring waktu, sel-sel tubuh dapat mengalami kerusakan atau mutasi yang menumpuk hingga akhirnya berkembang menjadi kanker. Biasanya, kanker jenis ini muncul di usia yang lebih lanjut, tidak terjadi berulang dalam satu keluarga, dan jenis kankernya bisa berbeda-beda antar anggota keluarga. Artinya, risikonya cenderung sama seperti populasi umum dan tidak secara langsung “diwariskan”.
Sebaliknya, kanker herediter terjadi karena adanya mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua ke anak sejak lahir. Kondisi ini membuat seseorang sudah memiliki “modal awal” berupa gen yang bermutasi, sehingga proses terbentuknya kanker bisa terjadi lebih cepat. Kanker herediter sering ditandai dengan munculnya kanker di usia lebih muda, adanya beberapa anggota keluarga dengan jenis kanker yang sama atau saling berkaitan, hingga kemungkinan seseorang mengalami lebih dari satu jenis kanker. Meski begitu, kanker herediter hanya mencakup sebagian kecil kasus. Sebagian besar kanker justru bersifat sporadik (sekitar 70–90%), sementara hanya 5–10% yang benar-benar disebabkan oleh faktor genetik yang diwariskan.
Peran Gen dalam Memberikan Risiko Kanker
Mutasi gen adalah perubahan pada DNA yang mengatur cara sel tubuh tumbuh, membelah, dan memperbaiki diri. Perubahan ini bisa terjadi secara alami seiring waktu, atau dipicu oleh faktor luar seperti radiasi, bahan kimia, dan gaya hidup seperti merokok. Dalam kondisi normal, gen membantu menjaga sel tetap sehat. Namun, jika terjadi perubahan pada gen tertentu, misalnya gen yang berfungsi mencegah pertumbuhan sel berlebih, maka sel bisa tumbuh tanpa kendali dan berpotensi menjadi kanker. Perubahan gen ini bisa terjadi setelah seseorang lahir, atau sudah ada sejak lahir karena diturunkan dari orang tua.
Pada beberapa orang, perubahan gen yang diturunkan sejak lahir dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu. Contoh yang paling dikenal adalah perubahan pada gen BRCA1 dan BRCA2, yang berkaitan dengan kanker payudara dan ovarium. Selain itu, ada juga kondisi lain yang bisa meningkatkan risiko kanker dalam keluarga. Meski begitu, penting dipahami bahwa memiliki perubahan gen tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker, melainkan hanya membuat risikonya lebih tinggi. Kanker biasanya berkembang secara bertahap dan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan dan gaya hidup. Karena itu, gen lebih berperan sebagai penambah risiko, bukan penentu pasti.
Peran Gaya Hidup & Lingkungan
Selain faktor genetik, risiko kanker juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang bisa kita ubah, yaitu gaya hidup dan lingkungan. Berbagai kebiasaan sehari-hari seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik telah terbukti meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Misalnya, merokok dapat merusak DNA dan menjadi penyebab utama kanker paru-paru, sementara paparan berlebih terhadap sinar ultraviolet (UV) turut meningkatkan risiko kanker kulit. Kualitas udara yang buruk juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker, meskipun tidak selalu berada dalam kendali individu. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini menunjukkan bahwa risiko kanker tidak hanya ditentukan oleh “warisan gen”, tetapi juga oleh kebiasaan dan lingkungan disekitar kita.
Penting untuk dipahami bahwa pengaruh gaya hidup terhadap kanker terjadi secara bertahap, bukan secara instan. Kerusakan dalam tubuh akan menumpuk seiring waktu akibat kebiasaan yang terus dilakukan, seperti pola makan tinggi lemak, kurang bergerak, atau konsumsi alkohol berlebihan. Bahkan, diperkirakan sekitar 42% kasus kanker berkaitan dengan faktor gaya hidup yang sebenarnya dapat dimodifikasi. Kabar baiknya, karena faktor-faktor ini dapat diubah, risiko kanker pun bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Langkah sederhana seperti berhenti merokok, menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, dan melindungi diri dari paparan berbahaya dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kanker.
Kenali Sinyal Redflag-nya!
Tidak semua kanker bersifat turunan, namun tetap ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Kecurigaan muncul jika kanker terjadi di usia relatif muda (misalnya <50 tahun). Selain itu, riwayat keluarga, seperti beberapa anggota keluarga mengalami kanker yang sama atau saling berkaitan, juga menjadi indikator penting. Risiko juga patut dicurigai jika kanker muncul lebih dari sekali, lebih dari satu jenis, atau terjadi pada beberapa generasi dalam keluarga. Meski tanda-tanda ini tidak selalu berarti pasti kanker turunan, kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan konsultasi medis atau pemeriksaan genetik untuk memahami risiko lebih lanjut.
Kesimpulan
Risiko kanker tidak ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi antara genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Mutasi gen dapat meningkatkan kerentanan, namun bukan penentu pasti, sementara kebiasaan sehari-hari juga berperan besar dalam membentuk risiko secara bertahap. Oleh karena itu, memahami sumber risiko menjadi langkah penting agar upaya pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan secara lebih tepat dan terarah.
KALGen Innolab sebagai laboratorium diagnostik berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara melalui layanan pemeriksaan yang komprehensif. Dengan dukungan teknologi diagnostik terkini dan tim ahli berpengalaman, KALGen Innolab menyediakan berbagai pemeriksaan laboratorium untuk membantu proses skrining dan penilaian risiko kanker payudara. Deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang penanganan secara lebih efektif. Segera lakukan pemeriksaan genetik di KALGen Innolab untuk memahami risiko Anda sejak dini.
Referensi
American Cancer Society. (n.d.). Is cancer hereditary? Retrieved May 5, 2026, from https://www.cancer.org/cancer/risk-prevention/genetics/is-cancer-hereditary.html
Cancer Research Institute. (n.d.). Why do we get cancer? How our lifestyles impact our risk. Retrieved May 5, 2026, from https://www.cancerresearch.org/blog/why-do-we-get-cancer-how-our-lifestyles-impact-our-risk
Cancer Research UK. (n.d.). Family history and inherited cancer genes. Retrieved May 5, 2026, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/causes-of-cancer/genetics-and-cancer/family-history-and-inherited-genes
Facing Our Risk of Cancer Empowered. (n.d.). Inherited mutations and cancer. Retrieved May 5, 2026, from https://www.facingourrisk.org/info/hereditary-cancer-and-genetic-testing/hereditary-cancer/inherited-mutations-and-cancer
Maryland Oncology Hematology. (n.d.). Role of genetic mutations in cancer development. Retrieved May 5, 2026, from https://marylandoncology.com/role-of-genetic-mutations-in-cancer-development/
Mayo Clinic Proceedings: Innovations, Quality & Outcomes. (2024). Lifestyle factors and cancer risk (full text). Retrieved May 5, 2026, from https://www.mcpiqojournal.org/article/S2542-4548(24)00008-0/fulltext
National Cancer Institute. (n.d.). Genetic testing for inherited cancer susceptibility syndromes. Retrieved May 5, 2026, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/genetics/genetic-testing-fact-sheet
University of California, San Francisco. (n.d.). What is hereditary cancer? Retrieved May 5, 2026, from https://brca.ucsf.edu/what-hereditary-cancer